Senin, 05 Agustus 2013

Cerita Dalam Kamar #5 ( Diary )

Hal lumprah yang sudah sering kita ketahui, sering kita temui, dan sering kita mengalami, apa itu? MENULIS DIARY. Well, kalian semua pernah menulis diary kan yaa? Hihihi gak terlebih cowok sekalipun. Tapi gak semua diary itu dituangkan dalam menulis di buku khusus. Seperti halnya zaman sekarang yang menuangkan hari-hari kita lewat menulis di kertas, kan bisa lewat blog, wodpress, di note handphone atau ditempat lainnya.



Diary gue, memang sudah terlihat usang, karena memang benda berharga tersebut termakan oleh waktu. Namun cerita dan isi didalamnya gak akan pernah habis atau hilang oleh waktu sekalipun. Bentuknya yang kecil tapi memuat cerita dan rahasia yang besar, diam tapi tempat berbagi yang peka, tunggal tapi bisa membuat gue tak sendiri, bisu tapi bisa kuajak cerita, tuli tapi selalu kuselalu berbagi, dan buta tapi selalu bisa merasa, it’s my diary.

Dimulai dari gue duduk dibangku kelas 3 SMP, menulis diary gue tekuni. Karena melihat kakak yang seperti itu. Berangkat dari penasaran akan rasa bercerita pada kertas gue menulis kisah gue yang pertama disitu. Awalnya sih biasa aja, gak ada rasa apa-apa. Tapi perlahan gue menemukan keasikan menulis diary. Dan itu buat satu buku diary penuh, full page ampe tumpeh-tumpeh malah. Hahah

Tapi setelah masuk SMA, kebiasaan itu terhenti. Gak tau kenapa semenjak ketemu temen SMA, malas untuk menulis diary mencuat dratis. Hingga akhirnya satu tahun berlalu tanpa tulisan tangan satupun tertuang di diary atau dikertas-kertas lainnya. Gue lebih milih cerita ketemen deket gue sekaligus temen sebangku kala itu, doi bernama Inda. Apapun itu gue cerita ke dia, sehingga gue lupa dan males untuk memulai menulis diary.

Hingga waktu membawa gue ke kelas 2 SMA pada tahun 2008. Dan mendapat tugas dari guru English ( Mom Werdayati ) untuk menulis diary selama 1 tahun full dalam bahasa inggris setiap harinya. Disitulah terlintas diotak gue untuk menulis diary kembali. Dimana versi Bahasa Indonesia gue tulis di diary pribadi dan versi Englishnya gue tulis di diary tugas. Yaah walaupun, untuk diary tugas sedikit gue renovasi biar gak kelihat banget kalo gue lagi galau gitu, hehehe maaf ya mom Wer J

Satu tahun berlalu, dan diary tugas dikumpul sama guru english gue. Dan apa yang terjadi? Diary pribadi gue pun stuck in the moment. Wkwkwk  Gak pernah gue sentuh, gak pernh gue urut tubuh doi dengan goresan pena, gak pernah gue buka tutup kayak pintu parkir di mall, dan gak pernah lagi gue ngerobeknya kalo gak sengaja, dan satu lagi gak ada lagi tetesan air mata gue yang membekas pada halaman tertentu. Semua itu berlanjut sampai dengan saat ini. Huhhuhu

Udah sekitar 5 tahun tangan gue kaku akan hal curhat pada kertas, dan sekarang gue lebih memilih nulis di blog ketimbang membuka diary lagi. Kangen sih, pengen nyoba lagi membuat curhatan –curhatan unyu di kertas – kertas yang gue anggap sebagai temen berbagi cerita. Mudah2an terlaksana ya, karena skg lebih banyak malasnya, sibuknya, dan bla bla bla...

Nah guys, walaupun buku diary cuma ada 3 doang selama gue idup, tapi seenggaknya sebagian kecil cerita udah mereka tampung, bahkan kalo gue kembali kembali membukanya pasti akan ketawa sendiri, secara gini ya, sekarang udah dewasa membaca tulisan sendiri diwaktu usia labil, gelii gitu. Dengan coretan-coretan yang kadang kala mewarna warni kayak ditaman bunga. Pakai pena warna, pakai stabilo mencolok, dan gambar-gambar gak jelas yang terukir. Bahagia meen. :)

Untuk lo yang masih menulis diary tangan sampai detik ini, dilanjutin aja. Pasti suatu saat lo akan merasa bahagia bisa flashback dengan cerita2 yang udah silam entah berapa tahun yang lalu. Jangan kayak gue ya, banyak malesnya. Menulis diary itu bermanfaat untuk cerita hidup kita kelak, yang mungkin kita lupa detail ceritanya secara lisan, tapi lengkap secara tulisan. Hehehe


Thanks ^^



Subscribe to Our Blog Updates!




Share this article!
Kembali Ke Atas
Powered By Blogger | Design by Trya Pamungkas