Jumat, 26 Juli 2013

Puisi Dadakan


Hey guys, lama ya gue gak coret-coret di blog sendiri. Hmmm, sibuk nih, yaelah sok sibuk, hihihi. Kali ini gue ingin menyampaikan apa yang ada dalam pikirian, disambung kejadian, plus tulisan tangan dalam bentuk sebuah puisi. Awalnya sih gak terlalu niat mau buat puisi, tapi terlintas diotak gue tentang perkataan mr AJ yang protes gue selalu ngomong kata "GEJOLAK". Lalu obrolan berlanjut via mention hingga gue nemu satu keyword lagi yaitu "MATA HATI".

Sebelumnya gue mau tanya nih, lo tau nggak hari ini hari apa? Tanggal 26 Juli adalah Hari Puisi Nasional lho. Dimana seharian tadi timeline twitter gue penuh dengan tweet-nya Bernard Batubara alias @Benzbara_ yang memebahas tentang puisi sampe para orang-orang hebat indonesia yang menghasilkan karya lewat puisi-puisi mereka. Salut dengan mereka, kenapa? Dari dulu itu pengen banget pinter buat puisi, tapi tak pernah kesampean. Hanya bisa membuat sedikit coretan tanpa makna. Hmmm ya sudahlah -_-

Kembali ke puisi gue. Hanya butuh beberapa saat untuk membuatnya. Apa yang "tuing-tuing" diotak langsung gue tulis, hanya bermodal pulpen dan kertas yang gue minta dari temen. Jadi deh puisi GEJOLAK dan MATA HATI. Hihihi jelek itu pasti, tapi gue terus belajar gimana caranya menghasilkan puisi yang bagus. Seperti yang diajarkan kakak-kakak dari Forum Lingkar Pena waktu itu. Yeaay!! Selamat membaca dan berikan komentarnya ya ^^

Eh,, Selamat Hari Puisi Nasional :)


GEJOLAK

Pertama kurasa aku tak mengerti
Kedua kurasa tak menemui arti
Ketiga kurasa pertanyaan muncul dari hati
Rasa apa ini?

Tak mudah diterima
Hasutan rasa membelenggu jiwa
Berjalan diatas nyata
Namun hati berkata beda
Salahlah aku?
Menarik semua, yang harusnya lepas apa adanya

Kamu,
Sebuah letupan tidak terelak
Menyiksa diri bak pemberontak
Oleh rasa tak berdampak
Pemaksakah aku?
Salahkah aku?
Menahan semua yang bergejolak.

Lepaskan
ungkapkan
Biarkan mereka tau
Bahwa aku punya rasa padamu.



MATA HATI

Suci, murni, dari sanubari
Berakar pada diri
Dan pikir seorang pribadi

Tak berbohong
Tak berkhianat
Tak berdusta
Sempurna mengalir
Bak dahaga tersiram air

Tak disentuh
Tak Diraba
Tak tergapai
Pembimbing yang tak pernah pasrah 
Dalam mencapai indah

Penghalang dosa
Atau sumber dari bahaya
Itulah cerita yang tercipa
Dari kau pengendalinya

Benar, benar, benar, dan baik
Melihat, merasakan, hingga pemilih yang bijak
Ikuti, turuti, itulah jati diri
Karena mata hati, tak pernah mati


Taraaang, itulah karya gue. Sebagai penciptanya gue bilang itu bagus. Bahkan perfecto. Hehehehe 
Menurut kalia gimana? ^^




Subscribe to Our Blog Updates!




Share this article!
Kembali Ke Atas
Powered By Blogger | Design by Trya Pamungkas