Rabu, 17 April 2013

RAWANNYA MASA REMAJA, BENAR NGGAK SIH??




Siapa yang gak pernah mengalami masa remaja? Pastinya tidak ada kan guys. Semua orang pasti akan mengalami dan pernah mengalami masa remaja.

Remaja menurut banyak orang merupakan masa yang paling indah. Dimana masa remaja merupakan masa peralihan menuju masa kematangan, dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Namun disitulah letak kekhawatiran yang luar biasa. Banya yang bilang dimana secara psikologis masa remaja adalah masa dimana mereka mulai berhubungan dengan masyarakat dewasa, masa dimana anak mulai merasa setingkat dengan orang dewasa, terutama masalah hak. Kamu mau tahu info lengkapnya, yuk baca berikut ini!

1. Masa remaja adalah masa yang sangat penting karena masa remaja merupakan masa yang paling rawan. Karena apabila remaja salah dalam mengambil langkah maka akibatnya akan terasa seketika itu juga bahkan jangka panjang baik fisik maupun psikologisnya. Ini dikarenakan selain perkembangan fisik yang sangat pesat remaja juga harus mengimbanginya dengan perkembangan mentalnya.


2. Masa remaja adalah masa perubahan. Ada lima perubahan yang universal dalam remaja, (1) Perubahan tingkatan emosi, biasanya emosinya lebih tinggi, (2) Perubahan pada tubuh yang sangat pesat, (3) Peran yang diharapkan dalam kelompok sosial, (4) Pola perilaku berubah maka nilai-nilai juga berubah dan apa yang dianggap penting pada masa anak-anak sekarang tidak penting lagi, (5) Mereka menuntut adanya kebebasan tetapi mereka masih takut untuk bertanggung jawab.

3. Masa remaja merupakan masa pencarian identitas. Apakah ia mampu, percaya diri, sekalipan latar belakang ras, agama maupun nasionalnya. Pencarian identitas ini mempengaruhi perilaku remaja, dan salah satu cara untuk menguatkan identitasnya ini, biasanya menggunakan symbol status dalam bentuk motor, mobil, pakaian, dan pemilihan barang–barang lain yang mudah terlihat, ini semua demi menarik perhatian.

4. Masa remaja merupakan masa yang tidak realistis. Didalam memandang diri sendiri dan orang lain, remaja cenderung melihatnya dari sisi yang dia inginkan bukan sebagaimana adanya. Tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga keluarga dan teman-temannya. Ini semua mengakibatkan tingginya emosi dan kecewa jika orang lain membuat kecewa remaja ataupun tidak tercapainya pa yang di inginkan.

Nah,, bener gak nih..?





Subscribe to Our Blog Updates!




Share this article!
Kembali Ke Atas
Powered By Blogger | Design by Trya Pamungkas