Senin, 23 Desember 2013

Kamu temen aku???

Good Friends Are Like Star You Don't Always See Them But You Know They Are Always There..

Ya begitulah perumpamaan yang tepat untuk seorang teman. Kamu setuju? Tapi itulah pendapatku. Maaf kalo kalian nggak.hehe
Aku rasa sih nggak ada alasan yang lebih tepat untuk kalian yang menolak istilah tersebut. Bagi mereka yang udah nemplok dihati kita sebagai temen baik, pasti kalian akan beranggapan yang sama. Oke ya, iya. Teman baik, bukan berarti harus selalu ada disamping kita, bersebelahan dengan kita, dan nggak mesti jalan bareng. Udah kayak, amplop dan perangko ataupun materai dan tanda tangan, yang terus nempel. Konsep teman bukan gitu, secara pribadi sih aku menilai keberadaan temen itu sebatas cara berkomunikasi. Yaiyalah, secara kalo nggak berkomunikasi bakal lose contact dan menghilang, apa itu temen? nggak. Memang gak dipungkiri kalo bertemu, ngobrol, dan duduk bareng menghabiskan waktu berjam jam untuk cerita doang adalah ritual paling asik. Trus, kalo nggak ketemu kalian nggak berkomunikasi gitu? Tinggal ngitung hari 2013 mau tutup ni ye, masih mau bilang kalo komunikasi itu susah? -__- Hellooooooo..... *plak

Ambil gadget, telpon temen, cerita panjang lebar, sampe nangis2an, peluk-pelukan kalo bisa, dan saling menasehati satu sama lain. Itu bisa meringankan sedikit beban kok. Temen tetep mendengar kan? Nggak mesti ketemuan bukan? Dan pointnya, temen masih selalu ada buat aku. Buktinya mereka masih pasang telinga untuk semua keluh kesah aku. Masih bisa ngasih jalan keluar, yah walaupun intensitasnya sangat kecil. Minimal teman bisa buat aku sedikit legah, kayak.......


Mendengarlah agar temen bicara, dan bicaralah agar teman mendengarkan..

Simbiosis mutualisme, aku bisa pastikan tujuan dari sebuah pertemanan adalah saling berbagi. Apapun itu bisa dibagi, contohnya keluh, kesah, gundah, gulanda, resah, gelisah, dilema, sedih, galau, duka, derita, nestapa, siksa, dan bahagia. Kebanyakan sih gitu, ngaku! 

Tapi nggak banyak diantara temen aku yang orangnya pendiem banget sampe2 masalah yang ia hadapi mesti di telen sendiri. Nggal bagus lho itu. Bener, nggak bagus buat badan, pikiran dan kesehatan. Jadi untuk memulainya, coba ajak ia mendengarkan cerita kita, kita ajak dia curhat dan dengarkan cerita-ceritaku, lalu minta tanggapan dan pandangannya. Kalo udah begitu, aku bakal todong dia dengan cerita hidupnya, sedikit maksa sih, tapi ini semuakan demi kebaikan dia juga kok. Saat itulah aku belajar menjadi pendengar yang baik. Belajar memahami setiap persoalan teman. Kan banyak pastinya, mulai dari hal cinta, keluarga, sodara, musuh, tetanga, bahkan sampe dengan kucing piaraannya beranak lima.

Temen bosan nggak ya dengar ceritaku terus?

Nah, sebenarnya ini pertanyaan yang selalu belum ada jawaban pasti. Yang ada jawaban basa basi. *jawaban tanpa basa basi ditunggu di coment yah*
Intinya dari semua yang aku tulis diatas, temen itu adalah "tempat". Bukan tempat tinggal, atau tempat pelarian. Temen adalah tempat berbagi. 

Setuju kan ya? ^^




Subscribe to Our Blog Updates!




Share this article!
Kembali Ke Atas
Powered By Blogger | Design by Trya Pamungkas